Jumat, 29 Oktober 2010

Kisah Ponsel Android "Indie"

Kisah Ponsel Android
Kisah Ponsel Android "Indie"

KOMPASdotcom - Rabu, 3 Maret 2010 | 18:36 WIB. Sejak November lalu, sebuah brand lokal merilis ponsel berbasis Android dengan nama IMO S900. Ponsel ini dijual Rp 2 jutaan dan diperkirakan setelah terjangan ponsel-ponsel Android melanda, ponsel ini bisa turun harga hingga Rp 1 jutaan.

Mengapa IMO berani membanderol harga sedemikian murah untuk ponsel cerdas full touchscreen itu? ”Jawabannya adalah karena sifat sistem operasi Android yang menjadi kode terbuka alias open source. Android ini 100 persen gratis,” kata Saiful Quddus, Technical and Developer PT Konten Indomedia Pratama yang mengurusi distribusi IMO.

Wah, berarti semua pihak, baik perseorangan maupun perusahaan, bebas menggunakan sistem operasi itu untuk membangun produk ponsel? Ya!

Jadi, jika Anda sebagai pribadi tertarik dengan eksperimentasi rancangan ponsel, Anda pun bisa membangun brand ponsel Android jika punya akses ke manufaktur hardware. IMO adalah salah satu brand kreatif yang memanfaatkan peluang ini.





OHD vs GMS

Di dunia ini ada dua jenis distribusi sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mobile Services (GMS) dan kedua adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Untuk IMO, software yang dipilih adalah tipe OHD. Dalam istilah populer, mungkin bisa dianggap sebagai ponsel Android indie, yaitu ponsel dengan sistem operasi Android dasar tanpa support resmi dari Google. Sistem ini benar-benar gratis.

Support resmi bisa diwujudkan sebagai layanan dukungan dari Google, misalnya dalam membuka akses langsung ke server Google untuk layanan produk-produk Google, seperti Google Maps dan Google Market. Tipe OHD ini tak membolehkan ponsel OHD untuk terkoneksi ke Google Market.

Memang, Google Market sangat berarti bagi pengguna Android. Di dalam Google Market tersedia ribuan aplikasi gratis dan berbayar yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan ponsel Android.

Walau OHD tak mendapat akses ke Google Market, kini sudah berkembang market-market indie yang menyediakan ribuan aplikasi serupa, seperti slideme.org. ”Karena Android ini lahir dari tradisi open source, saya yakin akan banyak aplikasi-aplikasi bebas yang bisa diundah di ponsel OHD,” kata Saiful.

Kabar gembiranya, serbuan ponsel Android yang diluncurkan sekarang ini sudah mendapat lisensi dari Google alias GMS sudah dibuka untuk Indonesia. Sebuah penantian dari para pencinta Android yang sudah lama ditunggu.

Belum diketahui apakah IMO akan membuat ponsel Android tipe GMS atau tidak. Ponsel Android dengan GMS memang lebih mahal daripada tipe OHD. Jadi, jika ingin segmen yang sensitif terhadap harga, pilihan OHD bisa jadi lebih menantang.

Sebelumnya, hingga Februari 2010, Google belum membuka GMS untuk Indonesia. Kebijakan ini sempat diprotes dengan rencana petisi oleh komunitas pengguna Android, di antaranya Indonesian Android Comunity (id-android) dan Indonesian Google Technology User Group (ID-GTUG) yang digawangi Agus Hamonangan.

Slideme membuka harapan

Produk OHD lebih murah tetapi dengan risiko harus rajin ngoprek. Jika tidak, ya tak ada bedanya ponsel Android dengan ponsel pintar lainnya. Kultur ngoprek inilah sebenarnya kultur khas orang-orang yang menyukai Android.

Kompas sempat mendapat kesulitan ketika menggunakan produk ponsel buatan IMO. Ketika ingin meng-install browser Dolphin, yang menjadi browser favorit sebagian pengguna Android, sempat beberapa kali kecewa karena dari beberapa link yang dikunjungi selalu mengarah ke server Google Market dan pastinya oleh Google Market tak mendapat izin mengakses.

Namun, kekecewaan itu terobati setelah menemukan Slideme.org, sebuah portal penyedia aplikasi Android yang membolehkan siapa pun untuk mengaksesnya. Toko virtual Slideme ini diberi nama Mobentoo.

Berkat Mobentoo, maka beberapa aplikasi favorit bisa di-install ke IMO S900 tanpa lewat Google Market. Masih banyak fasilitas gratis yang disediakan Slideme ini dan selama Android adalah sebuah kode terbuka, maka aplikasi-aplikasi keren akan terus dihasilkan.

Plus, selama Android menjadi kode terbuka, maka ponsel- ponsel cerdas dengan harga murah akan terus dihasilkan. ”Kami sudah menyiapkan ponsel Android premium dengan kisaran harga Rp 2 juta, untuk ponsel dengan segmen bawah, pasti akan turun harga,” kata Sugiharianto Akbar, Marketing and Communication PT Konten Indomedia Pratama. (KOMPAS/Amir Sodikin)

Spesifikasi IMO S900
• Jaringan: Dual Band GSM
• Prosesor: Samsung S3C2448 speed 400 MHz
• Berat: 116 gram
• Layar: 2,9 inci, TFT touchscreen
• Video: 15 fps
• Memori Internal: 128 MB RAM
• Memori Eksternal: MicroSD
• Koneksi: GPRS, Wi-fi, Bluetooth, USB
• Multimedia: MP3 player, kamera 2 MP, pushmail
• Baterai: Li-Ion 1200 mAh, standby 300 jam, talktime 180 menit

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates
Html Editing by Ireng Blog | Backlink by Danang Blog - Blog Dopping